Pagi ini cuaca sangat mendukung untuk dapat dimanfaatkan dengan hal-hal yang positif. Mentari pagi ini pun menyambut dengan senyuman terbaiknya hingga mendukung langkah ini menuju sebuah persinggahan. Dimana disana akan dapat ditemui sosok-sosok yang dengan semangat terbaiknya sudah menjadi bagian dari keluarga ini, keluarga yang selalu tetap ada dengan kehangatan ukhuwahnya.
Ramainya para pendatang yang juga ingin sekedar melihat mentari pagi ini pun membersamai kedatangan wajah-wajah ceria sang pemanggul amanah. Ada yang berbeda dari wajah mereka. Ya, ternyata mereka pun ingin menjadi saksi ketika Allah telah memberikan ukhuwah yang luar biasa terhadap keluarga ini, subhanallah.
Lantunan ayat-ayat cinta-Nya sungguh membasahi kembali jiwa-jiwa yang kering dalam hati sebagai mukaddimah rasa syukur kepada Sang Pencipta. Rasa ini terasa membersamai suasana syahdu seperti dalam dekapan ukhuwah-Nya. Ternyata hari ini pun Allah ingin memberikan sesuatu yang spesial, Allah memperkenankan kami bertemu hari ini, di sini, dikeluarga ini bahwasanya Allah mencintai orang-orang yang berada di jalan-Nya. Dan ini mungkin adalah skenario yang Allah sudah rancang untuk kami, indah bukan? Walaupun sebenarnya ketika melihat secarik kertas yang bertuliskan ‘kaifa haluk?’, begitu beragam ternyata yang dirasakan, namun kembali lagi, ukhuwah yang terajut ini kian membingkai diri untuk tetap bertahan.
Kembali lagi hati ini diingatkan ketika tanggung jawab besar itu datang kepada kami, ketika ketsiqohan jama’ah menyertai hati kami, ketika bibir ini gugup untuk membaca arkanul bai’at, ketika tangan ini dengan ringan menuliskan rancangan dakwah, bergetar rasanya diri ini. Entah apa yang sedang dirasakan, tiba-tiba muncul seolah Allah ingin mengingatkan ‘seberapa besar engkau sudah berkontribusi dalam dakwah ini, duhai Sang pemanggul amanah?’ Kembali lagi pada hati ini untuk dapat meng-azzam-kan diri. Ya, berharap setelah ini ada perbaikan, ada kemajuan dalam tunaikan amanah. Bukan karena sekedar untuk penuhi amanah, namun juga mencapai tujuan bersama untuk menggapai ridho Allah.
Pun sama halnya ketika dipenghujung pertemuan ini, ada ibrah yang dapat kami ambil. Selama ini kami melangkah bersama keluarga ini tentu berasal dari tempat yang sama, dari sebuah rumah. Namun, rumah ini tentu berbeda dengan rumah yang lain. Pondasi beserta isinya pun berbeda dari rumah yang lain. Ada ciri khas yang membuat rumah ini indah dipandang, sehingga orang lain pun penasaran untuk masuk ke dalamnya. Padahal sudah cukup lama rumah ini berdiri kokoh, awet sekali. Berpondasikan iman yang kuat, beratapkan keteguhan hati, serta beralaskan keistiqomahan, yang menjadi bagian utama rumah ini. Ditambah lagi dengan berhalaman ilmu yang luas dan selalu diisi dengan senandung ayat-ayat cinta-Nya.
Inilah rumah kami, dari sini kami melangkah hingga keletihan yang kami rasakan hilang ketika memasuki rumah kami, sungguh sejuk. Dari rumah ini pula selalu lahir orang-orang terbaik pilihan Allah yang senantiasa membawa estafet dakwah. Mereka mampu dan mau mengemban amanah seberat apapun, subhanallah. Bergetar kembali rasanya hati ini.
Ya, inilah rumah kami. Sederhana bentuknya, namun Insya Allah akan membawa kebermanfaatan bagi semuanya. Rumah ini kami namakan Formasi Tarbawi.
Untukmu kader dakwah Formasi Tarbawi, tetaplah berada pada barisan yang kokoh. Bekerjalah semampu engkau, selama Allah masih memberikan kesempatan untuk menambah amal-amal mu. Semoga Allah meridhoi apa yang kita lakukan, Insya Allah.
Afwan jiddan,
Jazakumullah khairan katsir.
Aziz S. Bekti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar