Azzamku Tak Akan Hilang

“Akhi, afwan ana izin istirahat seminggu karena sebenarnya badan ana sudah drop belakangan ini, namun ana paksakan untuk tetap beraktivitas. Jadi makin drop badan ana.”
 
“Akh, antum sudah tahu kalau si ‘Fulan’ masuk rumah sakit karena DBD pasca dauroh kemarin?”

Mungkin kata-kata itu sering terdengar di telinga kita atau bahkan kita pernah mengalaminya. Begitulah perkataan jundi kepada sang qiyadah. Dikala semangat dakwah yang begitu kental, bukan lagi waktu yang mereka berikan, bukan lagi ide/ pikiran yang mereka sumbangkan, namun juga fisik pun mereka pertaruhkan. Jika menghadapi kondisi seperti ini apa yang bisa kita lakukan? Sedangkan amanah dakwah akan terus mengalir. Sementara dibutuhkan juga aktor-aktor yang memainkan peranan dakwah tersebut.

Wallahi, sedikit pun tidak meragukan semangat para kader dakwah yang terus menjalankan amanah mereka. Tapi, tidakkah kita juga sedih ketika salah seorang dari kader dakwah itu sedang tersungkur? Bukankah kerja-kerja dakwah kita akan lebih nikmat jika dapat dilakukan secara jama’i? Seorang aktivis dakwah pasti juga akan mengambil bagian dari setiap agenda-agenda dakwah. Mereka juga tak mau ketinggalan bukan? 

Seorang qiyadah berkata, “Akhi wa ukhti, ini ana belikan habbatussauda khusus untuk antum biar dijaga kesehatan fisiknya, gratis.. tis.. tis.” 

Dalam berbagai kondisi, tidak hanya aspek ruhiyah saja yang dipenuhi, namun juga kesehatan seorang aktivis dakwah perlu diperhatikan karena Allah pun lebih menyukai mu'min yang kuat dibanding mu'min yang lemah. Ini juga merupakan salah satu pemenuhan sepuluh muwashofat kader, qowiyyul jismi (kekuatan jasmani). Shalat, zakat, naik haji, dan ibadah-ibadah yang lain pun juga diperlukan jasmani yang sehat dan kuat. Ketika seorang aktivis dakwah telah sehat jasmaninya maka ketika seruan dakwah datang pun ia dapat lakukan secara optimal. Dengan begitu ketika seorang aktivis dakwah sudah ber-azzam, maka azzam-nya pun tak akan pernah hilang karena baik ruhiyah dan jasadiyahnya telah ia kelola dengan baik.

Wallahu’alam bishowab







Tidak ada komentar:

Posting Komentar